Text
Menalar Tuhan
Menalar Tuhan, itulah sejak permulaannya menjadi obsesi filsafat. Menggapai
Tuhan melalui pikiran menjadi hasrat tertinggi filsafat sampai 200 tahun lalu.
Di permulaan abad ke-21, pertanyaan tentang Tuhan masih berada di pusat
pemikiran para filosof. Kemudian, di panggung filsafat muncul paham ateisme di
mana Tuhan berada di luar batas-batas wacana rasional. Situasi ini menghadapkan
manusia intelektual yang tetap percaya pada Tuhan dengan pertanyaan: Apakah
imannya lebih dari sekadar warisan indah tradisi-tradisi yang sudah berumur
ribuan tahun? Apakah maduk akal masih percaya kepada Tuhan?
Buku ini ditulis bagi mereka yang percaya kepada Tuhan dan juga bagi mereka yang
tidak lagi percaya kepada Tuhan, tetapi dalam kejujuran intelektual ingin
mendalami pertanyaan tentang dasar-dasar rasional kepercayaan akan Tuhan. Buku
ini bukan mengenai agama, melainkan mengenai Tuhan, ya Allah bagi mereka yang
percaya pada satu Tuhan yang mewahyukan diri. Buku ini termasuk filsafat.
Sebagai filsafat, buku ini tidak mendasarkan diri pada keyakinan salah satu
agama, melainkan semata-mata pada pertimbangan-pertimbangan nalar. Buku ini
tidak membuktikan adanya Tuhan, melainkan menunjukkan bahwa di abad ke-21 pun
manusia tetap percaya kepada Tuhan tanpa harus menyangkal kejujuran
intelektualnya.
| G00001MTT | 248.15/Sus/M | Gereja | Tersedia |
| G00002MTT | 248.15/Sus/M | Gereja | Tersedia |
| G00003MTT | 248.15/Sus/M | Gereja | Tersedia |
| G00004MTT | 248.15/Sus/M | Gereja | Tersedia |
| G00005MTT | 248.15/Sus/M | Gereja | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain