Tex
Roti Hidup
Tulisan ini pertama-tama berangkat dari pengalaman Gereja awal, sebagaimana tertuang dalam warta Kitab Suci dan tradisi dari para bapa Gereja. Hidup iman Gereja senantiasa berakar pada Kitab Suci dan tradisi, sebab dari situlah kesetiaan akan ajaran Kristus dan warisan iman para rasul dinyatakan. Setelah itu akan dilihat bagaimana dan seperti apa liturgi yang sebaiknya kita pahami dan kita bangun. Liturgi adalah karya pujian bagi kemuliaan Allah, terarah kepada-Nya dan karenanya merupakan tanda serta jalinan relasi dengan-Nya. Di dalamnya unsur kultural dan simbol manusiawi berbicara pula. Barulah kemudian kita berbicara mengenai Ekaristi, sebagai roti hidup, santapan keselamatan yang menyelamatkan, memberi hidup serta mendorong kita untuk ikut dalam gerak Tuhan, yang berbagi hidup kepada dunia, bagi keselamatan umat manusia, karena serta dalam kasih-Nya. Bagaimana hal itu diwujudkan serta diaktualisasikan secara nyata, sebagai tanda iman yang hidup, kita akan menyimaknya dari dua tokoh: Beata Teresa dari Calcutta dan Pater Pedro Arrupe. Teresa adalah suster Misionaris Cintakasih, yang terkenal dengan karyanya bagi kaum miskin; sedangkan Pedro Arrupe adalah Pimpinan Umum Serikat Yesus (1965-1981), yang juga terkenal dengan terobosan-terobosan karya sosial. Di bagian akhir, kita akan mencoba menyimak bagaimana sebaiknya suara keadilan tersebut juga digemakan tidak saja dalam pemahaman akan liturgi Ekaristi, tetapi juga terdengar dalam liturgi sabda.
| 78979201331271 | 561,21/Cah/R | Gereja | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain